MANUSIA
DALAM BUDAYA MODERN
A.
Apa Dan Siapa Manusia
Itu?
B.
Mengapa Penting Untuk
Membicarakan Manusia?
C.
Apa Itu Modernisme?
D.
Bagaimanakah Sejarah
Munculnya Modernisme?
E.
Bagaimana Konsep Manusia
Modern?
F.
Bagaimana Pengaruh
Modernisme Terhadap Manusia?
G.
Kesimpulan
A.
Apa dan
Siapa Manusia Itu?
Manusia adalah “homo
economicus” “makhluk ekonomi.” Bagi
orang yang menititberatkan pada keistimewaan manusia menggunakan symbol-simbol,
memberi pengertian manusia adalah “animal symbolicum.” (Cassirer,
1987:41).
Sedangkan menurut orang yang memandang manusia
adalah makhluk yang selalu membuat bentuk-bentuk baru dari bahan-bahanalam
untuk mencukupkan kebutuhan hidupnya, memberi pengertian manusia adalah “homo
faber,” dan yang menekankan pada sisi teologis memberikan batasan manusia
sebagai khalifatullah atau khalifah fi al-ardhi dan seterusnya.
Pada surat al-Mu’minun : (23) : 115, Allah bertanya kepada manusia
sebagai berikut : “Apakah kamu mengira bahwa kami menciptakan kamu sia-sia, dan
bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?
Dari
ayat ini, menurut
Ahmad Azhar Basyir, terdapat tiga penegasan Allah, yaitu: (1) manusia adalah
makhluk ciptaan Tuhan, (2) manusia diciptakan tidak sia-sia, tetapi berfungsi,
dan (3) manusia akhirnya akan dikembalikan kepada Tuhan, untuk mempertanggungjawabkan
semua perbuatan yang dilakukan pada waktu hidup di dunia ini, dan perbuatan itu
tidak lain adalah realisasi daripada fungsi manusia itu sendiri.
Manusia
sebagai makhluk yang hidup di tengah-tengah alam, berfungsi memakmurkan dan
memelihara alam (khalifah). Manusia sebagai makhluk yang diciptakan untuk
melakukan pengabdian atau penghambatan diri kepada Allah dengan melakukan
perbuatan-perbuatan yang baik, ini fungsi manusia sebagai ‘Abd. Selain
itu manusia sebagai makhluk pribadi terdiri dari kesatuan tiga unsur, yaitu:
unsur Ruh, unsur Jasmani dan Nafs.
Untuk
mengaktualisasikan potensi di atas, dibutuhkan kemampuan dan kualitas manusia,
yaitu kualitas iman, kualitas ilmu pengetahuan, dan kualitas amal saleh untuk
mampu mengolah dan menfungsikan dirinya sesuai dengan potensi yang diberikan
Allah kepadanya.
B.
Mengapa
Penting Untuk Membicarakan Manusia?
Pendidikan
Agama ini? Berbicara tentang konsep manusia sesungguhnya berbicara tentang
filsafat manusia. Ini sangat penting bukan saja untuk mengetahui apa dan siapa
manusia itu sesungguhnya, melainkan juga untuk mengetahui siapakah sesungguhnya
diri kita di dalam pemahaman tentang manusia yang menyeluruh itu.
Konsep
tentang manusia juga penting karena ia termasuk bagian dari sebuah pandangan hidup.
Kita, misalnya, dihadapkan pada, pertama, asumsi Darwinisme yang terkenal bahwa
manusia berasal dari kera. Ataukah, kedua, kita lebih percaya konsep manusia
sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’an yang menyatakan bahwa manusia adalah
ciptaan Allah dari bahan baku tanah kemudian dari setetes air mani. Oleh karena
itu, sangat beralasan bila Imam Al Ghazali mengatakan bahwa pengenalan akan
hakikat diri merupakan dasar untuk mengenal Tuhan.
Manusia
merupakan makhluk yang paling menakjubkan, makhluk yang unik multi dimensi,
serba meliputi, sangat terbuka, dan mempunyai potensi yang agung.
Upaya
manusia dalam mengenal diri secara lebih utuh dan sempurna adalah suatu
keniscayaan untuk menjadikan hidup yang bermakna dan bahagia. Manusia adalah
actor utama penentu segala hal dan sebab akibat yang ada di muka bumi. Karena
itulah, sudah saatnya manusia memahami hakikat dirinya, dari mana ia berasal,
ke mana ia kembali dan apa tugasnya di muka bumi ini.
C.
Apa Itu
Modernisme?
Kata
modern dapat diartikan sebagai : sikap, cara berpikir, serta cara bertindak,
sesuai dengan tuntutan zaman. Dari kata modern ini kemudian muncul beberapa
kata lainnya, yaitu modernitas; modernism dan modernisasi. Modernitas berarti
realitas kemodernan, sedangkan modernisasi adalah proses kemodernan.
Modernisasi dapat diartikan sebagai aktivitas yang membawa kemajuan, perubahan,
dan perombakan secara asasi susunan dan corak suatu masyarakat dari statis
menuju dinamis; dari tradisional menjadi rasional; dari feodaln menjadi
kerakyatan, dengan jalan mengubah cara berpikir masyarakat sehingga dapat
meningkatkan efektivitas dan efisiensi segala hal semaksimal mungkin.
Beberapa
ciri masyarakat modern adalah: mengedepankan cara berpikir, bertindak, dan
memandang sesuatu yang masuk akal (rasional), bersifat terbuka, menerima
hal-hal baru dan menerima kritik (inklusif), memberikan porsi dan kesempatan
yang sama pada setiap orang (demokratis), mengedepankan persamaan
(egalitarian), menghargai perbedaan (pluralis), penolakan terhadap tradisi dengan
mengedepankan perubahan dan kemajuan (progresif), adanya perkembangan dan
pengutamaan teknologi (orientasi saintifik), munculnya budaya mementingkan diri
sendiri (individualis), berkembangnya sistem ekonomi yang berdasarkan atas
besaran modal dan berorientasi semata-mata mengeruk keuntungan (kapitalis),
mementingkan dan mengedepankan kebebasan (liberal), mengutamakan hal-hal yang
bersifat materi (materialis), menjadi kesenangan hidup yang bersifat materi
sebagai tujuan kebahagiaan (hedonistik), mengutamakan hal-hal yang konkrit dan
bernilai guna dalam kehidupan (pragmatis), dan pemisahan antara hal-hal yang
gaib termasuk agama dengan masalah keduniaan (secular).
Pertama,
tahap
mitis, yaitu tahap kebudayaan dimana manusia pada saat itu merasa kehidupannya
dikepung oleh kekuatan-kekuatan ghaib di sekitarnya.
Kedua,
tahap
ontologis, yaitu suatu tahap kebudayaan dimana manusia mulai beranjak dari
hal-hal yang ghaib, mitos-mitos, dan dewa-dewa.
Ketiga,
tahap
fungsionil, yaitu suatu tahap kebudayaan dimana manusia sudah benar-benar
menjauhkan diri dari segala mitos dan kekuatan-kekuatan gaib. Tahap ketiga
inilah yang disebut dengan tahap modern.
Dalam
perspektif ini, ada tiga hal yang menjadi “jiwa” dari kemodernan itu. Pertama, orang modern itu mengutamakan
kesadaran diri sebagai subyek. Dialah aktor penentu dan pengubah segala sesuatu
yang tidak terbelenggu dan terbudaki oleh pihak lain. Kedua, orang
modern itu bersifat kritis. Artinya, orang modern cenderung menghilangkan sikap
menerima apa adanya. Ketiga, orang modern itu bersifat progresif.
Artinya ia selalu terobsesi untuk melangkah maju ke depan dan mengadakan
perubahan ke arah yang lebih baik. Ketiga hal ini tak bisa dipisah-pisahkan,
karena ketiganya saling berkaitan.
D.
Bagaimanakah
sejarah munculnya modernisme?
Sudah
lama kita hidup di zaman modern. Tapi sudah tahukah kita dari di mana asal muasal zaman modern ini? Secara historis,
zaman modern mengacu pada kehidupan masyarakat dan organisasi yang lahir di
beberapa negara Eropa, terutama Inggris, Perancis dan Jerman selanjutnya
berkembang ke seluruh dunia.
Pertama, Eropa
klasik. Pada masa ini Eropa adalah suatu kawasan yang didominasi oleh peradaban
Yunani (abad ke-8 SM sampai abad ke-6 SM) dan Romawi Kuno (abad ke-10 SM sampai
abad ke-5 M).
Kedua,
Eropa
pertengahan. Masa ini dimulai saat jatuhnya Romawi Barat oleh bangsa Jerman
yang kemudian dipersatukan kembali oleh Raja Charlemagne dari Franka pada abad
ke-5 M sampai jatuhnya Konstantinopel di Romawi Timur di abad ke-14 M. Pada
masa pertengahan ini, pengaruh agama Kristen sangat dominan dan menancapkan
kekuasaannya di semua sektor kehidupan, termasuk pemerintahan.
Karenanya,
masa ini disebut dengan masa kegelapan (the dark age) bagi bangsa Eropa.
Pada masa ini Eropa Barat dibelenggu oleh kekuasaan gereja yang otoriter dan
anti ilmu pengetahuan. Barat benar-benar terperosok ke dalam kegelapan. Agama
menjadi corong kekuasaan dan membelenggu kreatifitas akal pikir manusia. Eropa
menghadapi kemunduran intelektual dan ilmu pengetahuan.
Gerakan renaisans merupakan titik tolak
kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan. Banyak temuan baru dalam dunia ilmu
pengetahuan yang terjadi pada era ini, seperti penemuan mesin percetakan dan
penemuan benua baru oleh Columbus yang kemudian menjadi pemacu kemajuan ilmu
pengetahuan pada masa berikutnya. Tokoh-tokoh lain yang mempunyai kontribusi
besar dalam memajukan ilmu pengetahuan adalah: Nikolaus Kopernikus (1473-1543),
Francis Bacon (1561-1662), Johanes Kepler (1571-1630), Galileo Galilei
(1564-1642). Masing-masing tokoh ini memiliki kontribusi dalam pengembangan
ilmu pengetahuan.
Kopernikus menemukan teori bahwa bumi
dan planet semuanya mengelilingi matahari. Matahari adalah pusat jagad raya ini
(heliosentrisme). Teori ini melahirkan revolusi pemikiran tentang alam
semesta, terutama astronomi. Francis Bacon adalah orang yang meletakkan
dasar-dasar bagi metode induksi yang modern dan menjadi pelopor dalam usaha
untuk mensistimatisir secara logis prosedur ilmiah. Menurutnya ada tiga cara
yang dapat ditempuh untuk itu: 1) mewawancarai alam; 2) orang harus bekerja
menurut suatu metode yang benar; dan 3) orang harus bersikap pasif terhadap
bahan-bahan yang disajikan alam, maksudnya, orang harus menghindarkan diri dari
mengemukakan prasangka-prasangka terlebih dahulu.
Johanes Kepler adalah seorang
ahli matematika. Ia menemukan tiga macam hukum gerak bagi planet-planet, yaitu
: 1) bahwa planet-planet bergerak dengan membuat lingkaran bulat-panjang,
dengan matahari sebagai salah satu titik api atau fokusnya; 2) bahwa garis yang
menghubungkan pusat planet dengan matahari dalam waktu yang sama akan membentuk
bidang yang sama luasnya; 3) bahwa kuadrat periode planet mengelilingi matahari
sebanding dengan pangkat tiga dari rata-rata jaraknya terhadap matahari.
Tokoh lain yang juga memiliki
kontribusi besar terhadap munculnya modernism adalah Rene Descartes
(1596-1650). Ia dijuluki “Bapak filsafat
modern” dan peletak dasar aliran rasionalisme. Rasionalisme adalah paham yang
berpendapat bahwa sumber utama pengetahuan
adalah rasio atau akal.
Pemikiran “cogito ergo
sum” inilah yang menjadi landasan filsafat modern yang menempatkan ego
individual dan kemerdekaan akal manusia terhadap wahyu. Ada dua bentuk
kesadaran baru yang lahir dari pemikiran ini, yaitu: pertama, bahwa
“aku” ini adalah suatu subjek yang menghadapi alam lahiriah. Dalam arti inilah
lingkungan batiniah bukan hanya dibedakan, melainkan juga dipisahkan dari
lingkungan lahiriah. Kedua, bahwa
pengetahuanku mengenai kenyataan itu hasil pemikiranku sendiri dan bukan
diturunkan dari tradisi atau wahyu. Cogito adalah sebuah keyakinan yang sangat mendasar pada
rasionalitas manusia, melebihi segala tafsiran dogmatis yang sudah ada. Karena
itu, Descartes melandasi suatu bentuk kesadaran yang memahami kenyataan sebagai
hasil perumusan rasional.
Penemuan subyektif ini
membalikkan pusat kenyataan, dari kosmosentrisme (alam sebagai pusat perhatian)
berubah menjadi antroposentrisme (manusia sebagai pusat perhatian). Dari
dikuasai alam semesta dan lingkungan, hal-hal ghaib, termasuk Tuhan ke
menguasai alam semesta dan menjadi penentu segala hal. Di sinilah pentingnya
pemikiran Descartes bagi modernisme, yaitu menempatkan manusia sebagai subyek
pemikiran, yang memunculkan beberapa aspek kesadaran lainnya, yaitu
progresifitas, individualis, emansipasi, dan sekularisasi. Dalam konteks inilah
pemikiran Descartes disebut sebagai Cartesian Revolution (revolusi ala
Descartes), yang disejajarkan dengan Copernican Revolution (revolusi ala
Kopernikus).
Gerakan lain yang memengaruhi
zaman modern adalah gerakan “aufklarung” (kata Jerman) atau “enlightenment”
(kata Inggris), yang muncul di abad ke-18. Gerakan “aufklarung,” yang diterjemahkan
sebagai masa pencerahan, tidak hanya mempengaruhi kehidupan akademis, melainkan
juga kehidupan sosial, politis, dan kultural. Disebut sebagai masa pencerahan
karena pada masa ini manusia mencari cahaya baru dalam rasionya. Oleh sebab itu
salah satu semboyan aufklarung yang terkenal adalah “Hendaklah anda
berani berpikir sendiri” atau dalam bahasa Jerman disebut sapere aude.
Gerakan aufklarung mulai berkembang di Inggris, karena suasana politik
memungkinkan adanya pemikiran bebas. Dari sana berlanjut ke Perancis, yang
mengembangkan pemikiran secara radikal, sehingga memunculkan revolusi Perancis.
Gerakan ini kemudian berkembang di Jerman, dalam suasana yang lebih tenang.
Zaman ini disebut
“pencerahan” karena tergantikannya “iman yang membelenggu” dengan keunggulan
rasio (akal pikiran) yang diyakini mampu membawa manusia pada kebeneran dan
kebahagiaan hidup. Pencerahan dilihat sebagai kesadaran baru mengenai
tanggungjawab manusia untuk menggunakan rasio dan cara untuk memperoleh
kebahagiaan yang diperoleh melalui kemajuan material. Masa aufklarung
mempertajam pandangan renaisans bahwa dunia alamiah ini baik dan bernilai bagi
diri manusia. Kemajuan dan perbaikan kodrati manusia bisa dilakukan sampai tak
terbatas lewat pengetahuannya. Sains modern yang telah dirintis oleh Isaac
Newton (1642-1727) dianggap sebagai sarana ampuh untuk mewujudkan keinginan
manusia.
E. Bagaimana
Konsep Manusia Modern?
Bagaimanakah modernisme
memandang sosok makhluk yang bernama manusia? Secara umum dapat dikatakan bahwa
pandangan umum modernism terkait dengan konsep manusia diwakili oleh paham
materialisme, rasionalisme, empirisme dan hedonisme.
Pertama, Materialisme
merupakan paham atau aliran yang menganggap bahwa dunia ini tidak ada selain
materi atau nature ( Alam ). Materialism adalah paham dalam filsafat yang
mengatakan bahwa hal yang dapat dikatakan benar-benar ada adalah materi. Materialisme
berpendapat bahwa manusia dan alam ini tidak diciptakan oleh Tuhan, sebagaimana
diakui dalam islam, namun tercipta melalui proses sebab akibat yang sepenuhnya
bersifat materi.
Sebutan lain dari materialism
adalah naturalism karena kepercayaannya yang tinggi pada hukum alam terutama
hukum sebab akibat ( kausalitas ) semua kejadian didunia ini terjadi karena
adanya mata rantai sebab akibat.
Kedua,
Rasionalisme, rasionalisme adalah paham filsafat yang menyatakan bahwa akal (
reason ) adalah alat terpenting untuk memperoleh pengetahuan. Pengertian lain
rasionalisme atau gerakan rasionalis adalah dokrin filsafat yang menyatakan
bahwa kebenaran ditentukan melalui pembuktian, logika, dan analisis yang
berdasarkan fakta, daripada melalui iman , dogma, atau ajaran agama.
Ketiga , Emtirisme
adalah aliran filsafan yang menyatakan bahwa pengetahuan manusia didapatkan
dari sesuatu yang dapat dilihat, sesuatu yang nyata ( empiris ).
Keempat, Hedonisme
adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi
adalah tujuan utama hidup. Bagi para penganut paham ini, bersenang – senang,
berpestapora, merupakan tujuan utama hidup, entah itu menyenangkan bagi orang
lain atau tidak.
Dapat disimpulkan bahwa
materialisme memandang kejasmanian atau ( materi ) sebagai keseluruhan manusia.
Rasionalisme dan empirisme berbicara tentang aspek internal manusia utamanya
berkaitan dengan pengetahuan manusia.
F.
Bagaimana Pengaruh Modernisme Terhadap Manusia?
Sebagaimana dijelaskan
diatas, titik berangkat medernisasi adalah gerakan proses terhadap agama (
Kristen ) yang telah membelenggu Eropa barat.
Dokrin ini sering disebut dengan sekularisme. Dengan kata lain, bicara
modernisasi tak terlepas dari pembicaraan sekularisasi, yakni segala upaya
untuk membungkam dan menyampingkan peran dan nilai nilai agama dari ruang
publik, sehingga peran dan nilai-nilai itu hanya diserahkan kepada
masing-masing individu, bahkan pada titik yang paling ekstrim menolak adanya Tuhan.
G.
Kesimpulan
Zaman senantiasa berubah.
Zaman modern merupakan bagian dari perubahan tersebut dan merupakan salah satu
mata rantai sejarah yang tak bisa dinafikan. Diakui, bahwa modernisasi telah
membawa banayak perubahan positif untuk kehidupan manusia. Cara pikir
arasionalis dan empiris yang merupakan karakter utama zaman modern telah
mengilhami banyak ilmuan dan mendorong kemajuan tekhnologi yang banyak
bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Namun demikian, harus
disadari bahwa modernisasi juga mambawa dampak negative bagi manusia. Akibat
medernisasi yang sangat mengedepankan rasionalisme, empirisme, dan
materialisme, manusia mengalami keterasingan. Manusia modern mengalami
kekeringan spiritual. Ahli-ahli menemukan kebahagiaan dan kedamaian, manusia
modern justru terjerembab kedalam jurang kehampaan.
Secara fisik manusia modern
boleh dibilang gemerlap dan penuh dengan kemewahan. Tapi jiwa mereka sakit.
Tujuan hidup yang semata-mata bersifat materi membuat meereka terperangkap
dalam keserakahan dan ambisi yang tak berkesudahan. Ibarat meminum air laut,
semakin direnguk justru semakin dahaga. Manusia membutuhkan dokter yang mampu
menyembuhkan penyakitnya sehingga kemajuan tekhnologi yang mereka bawa seiring
dengan kemajuan mental ddan spiritual mereka.
Semangat dan Sukses
BalasHapusSemangat dan Sukses
BalasHapus